Smala Gelar Isra' Mi'raj

Pada hari Jumat, 11/3. Segenap keluarga besar SMAN 5 Mataram merayakan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H.  dari Kepala Sekolah, bapak/ibu guru, staf tata usaha, siswa dan tamu undangan,yaitu Peceramah Kondang Habib Hasan Alydrus. Yang digelar langsung di Lapanagan Sekolah,yang dimeriahkan langsung oleh Tim Hafizul Qur’an Smala, dan Marawis, dengan tema, “Kita Tingkatkan Pengamalan nila-nilai Ibadah shalat diseetiap waktu dan keadaan”.

Dalam sambutannya Kepala SMAN 5 Mataram, Siti Nurhani, mengajak warga Smala untuk meningkatkan amalan ibadah shalat lima waktu “pada moment perayaan Isra’ Mi’raj ini mari rekan-rekan guru staf dan anak-anaku, kita tingkatkan amalan shalat kita khususnya shalat wajib lima waktu, karena dengan amalan shlat inilah solusi dari segala kesusahan, permaalahan, kegalauan yang kita rasakan atau alami, lebih-lebih anak-anakku yang kelas XII yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Sekolah, dan masuk perguruan tinggi, jika kalian ingin lulus, diberikan hasil yang terbaik tingkatkanlah shalat, perbanyak amalan shalat, serta shalat akan memberikan keberkahan dalam kehidupan kita, tuturnya

Hadirnya sebagai pembawa hikmah Isra’ Mi’raj Habib Hasan Alydrus. Habib dalam ceramahnya menguraikan bebrapa dari ayat suci alqur’an salah satunya, QS Al Araf 96 yang menjelaskan tentang keberkah pada iman dan takwa, yaitu Isra’ Mi’raj dan keberkahan dalam perjalanan malam Yang mana, akan membawa berkah yaitu shalat yang merupakan kunci keberkahan dalam hidup.

Habib menjelaskan Isra’ adalah perjalanan mendatar, Miraj adalah perjalanan ke atas. Artinya, Isra mengenai habluminannas atau hubungan antar umat dan Mi’raj hubungan dengan Allah. Keduanya terkait satu sama lain dan tidak bisa dipisah karena makna akan berbeda."Contohnya, meski sholat tepat waktu, berzikir dan melaksanakan ibadah lain, namun menyakiti saudaranya, surga akan menolaknya. Karena itu, pentingnya menyeimbangkan habluminannas dan habluminallah dalam kehidupan sehari-hari," penjelasan Habib.

Dalam QS An Nisa 36, sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga dekat dan jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya.

Pada kesempatan itu, Habib membahas pula mengenai sunnah-sunnah khusus dalam Isra’ Mi’raj. Ia mengatakan, yang terpenting dalam Isra’ Mi’raj tidak lain ketika membuat syariat sunnah-sunnah tertentu dalam Isra’ Mi’raj itu yang dikatakan bidah."Jadi, penting memahami kalau Isra’ Mi’raj itu adalah sholat. Bagaimana memahami sholat sebagai kewajiban kita, sebagai tiang agama, sebagaimana membedakan antara muslim dengan kafir adalah sholat, pentingnya shalat khusyu’," ujar Habib.

Ia berharap, Isra Miraj dapat menguatkan tentang betapa pentingnya sholat dalam hidup, yang juga merupakan wasiat Rasulullah jelang akhir hayatnya."Yaitu yang pertama ummatii, ummatii, ummatii  (umatku, umatku, umatku) kedua an nisa, an nisa, an nisa (menjalin hubungan baik dengan ibu maupun wanita) dan ketiga asholah, asholah, asholah (sholat, sholat, sholat). jelasnya