Lounching agen perubahan,
Pada hari Kamis, 23 September 2021, SMA Negeri 1 Sikur secara resmi melaksanakan lounching agen perubahan sebagai bagian dari program anti perundungan di SMA Negeri 1 Sikur.
Kegiatan yang diresmikan oleh pengawas pembina SMA Negeri 1 Sikur ini merupakan salah satu program kegiatan dalam penerapan disiplin positif yang digagas oleh kemendikbud, bekerjasama dengan unicef untuk sekolah penggerak dalam mewujudkan profil pelajar pancasila.
Agen perubahan adalah 30 orang peserta didik SMA Negeri 1 Sikur yang terdiri dari 10 orang di setiap tingkat. Agen perubahan ini merupakan pilihan dari seluruh siswa yang merekomendasikan temannya untuk menjadi agen perubahan. Diambil dari poling tertinggi di setiap tingkat.
Kegiatan agen perubahan ini adalah menjadi agen prilaku positif untuk teman-teman mereka di sekolah. Sebelum melaksanakan tugas sebagai agen perubahan, mereka akan dibekali dengan bimbingan teknis 15 modul yang akan disampaikan oleh fasilitator guru yang sudah dilatih oleh fasilitator nasional. Menurut kepala SMA Negeri 1 Sikur, H. Khairul Anwar, S.Pd. dalam sambutannya, bahwa di SMA Negeri 1 Sikur sudah memiliki program 5 STM dan juga sekolah ramah anak. "Kegiatan anti perundungan ini sudah seiring sejalan dengan program yang ada, tinggal dimantapkan lagi dengan tambahan program anti perundungan ini." Jelas H. Khairul Anwar.
Dikonfirmasi secara terpisah, selaku salah satu fasilitator guru, Zainuri Erfan, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini dlaksanakan kombinasi antara luring dan daring. "Kami berdua menjadi fasilitator guru bersama pak Hendru Pandu Winata, membimbing anak-anak dengan menyampaikan materi secara luring, jadwalnya setiap sabtu sore kami bertemu dengan 30 orang agen perubahan, selanjutnya agen perubahan ini melaksakan pretest, tugas, belajar mandiri, hingga post test melalui daring di e-course."
Materi yang diberikan yang ada pada modul berupa pengenalan apa itu perundungan dan apa peran mereka, sampai belajar dan berlatih dalam memberikan prilaku positif kepada teman-teman mereka. "Puncaknya dari kegiatan ini nanti adalah roots day di akhir pertemuan, berupa kampanye anti perundungan. Tapi harapan kami 30 agen perubahan ini nanti akan terus memberikan contoh dan ajakan dalam berprilaku positif kepada teman-temannya dimanapun berada walaupun kegiatan ini sudah berakhir." tutup Zaenuri Erfan.HPW